Cari Tafsir

Tafsir Surat Al-An'am, ayat 126-127

وَهَذَا صِرَاطُ رَبِّكَ مُسْتَقِيمًا قَدْ فَصَّلْنَا الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَذَّكَّرُونَ (126) لَهُمْ دَارُ السَّلَامِ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَهُوَ وَلِيُّهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (127)
Dan inilah jalan Tuhanmu; (jalan) yang lurus. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan ayat-ayat (Kami) kepada orang-orang yang mengambil pelajaran. Bagi mereka (disediakan) Darussalam (surga) pada sisi Tuhannya dan Dialah Pelindung mereka disebabkan amal-amal saleh yang selalu mereka kerjakan.
Setelah Allah Swt menyebutkan jalan orang-orang yang sesat dari jalan-Nya lagi menolaknya, maka Dia mengisyaratkan perihal kemuliaan apa yang Dia sampaikan kepada Rasul-Nya, yaitu berupa hidayah dan agama yang benar. Untuk itu Allah Swt. berfirman:
{وَهَذَا صِرَاطُ رَبِّكَ مُسْتَقِيمًا}
Dan inilah jalan Tuhanmu; (jalan) yang lurus. (Al-An'am: 126)
Lafaz mustaaqiman di-nasab-kan karena menjadi hal (kata keterangan keadaan), yakni inilah agama yang Kami syariatkan buatmu, hai Muhammad, melalui apa yang Kami wahyukan kepadamu berupa Al-Qur'an ini, yaitu jalan Allah yang lurus. Seperti yang telah disebutkan dalam hadis Al-Haris, dari Ali mengenai sifat Al-Qur'an, yaitu:
"هُوَ صِرَاطُ اللَّهِ الْمُسْتَقِيمُ، وَحَبْلُ اللَّهِ الْمَتِينُ، وَهُوَ الذِّكْرُ الْحَكِيمُ"
Al-Qur’an adalah jalan Allah yang lurus, dan merupakan tali Allah yang kuat, serta Al-Qur’an adalah suatu peringatan yang bijaksana.
Hadis ini secara panjang lebar diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Turmuzi.
{قَدْ فَصَّلْنَا الآيَاتِ}
Sesungguhnya Kami telah menjelaskan ayat-ayat (Kami). (Al-An'am: 126)
Maksudnya, kami telah menjelaskan, menerangkan, dan menafsirkan­nya.
{لِقَوْمٍ يَذَّكَّرُونَ}
kepada orang-orang yang mengambil pelajaran. (Al-An’am: 126)
Yaitu kepada orang yang berpemahaman dan berkesadaran serta mau menggunakan akalnya untuk mengetahui Allah dan Rasul-Nya.
{لَهُمْ دَارُ السَّلامِ}
Bagi mereka (disediakan) Darussalam. (Al-An'ain: 127)
Yakni surga.
{عِنْدَ رَبِّهِمْ}
Pada sisi Tuhannya. (Al-An'am: 127)
Yaitu kelak di hari kiamat. Allah menggambarkan surga dengan sebutan Darussalam dalam ayat ini mengingat mereka telah menempuh jalan yang membawa kepada keselamatan, yaitu jalan yang lurus mengikuti jejak dan sepak terjang para nabi. Dengan kata lain, sebagaimana mereka selamat dari malapetaka penyelewengan, maka mereka pun dapat sampat ke Darussalam (surga).
{وَهُوَ وَلِيُّهُمْ}
dan Dialah Pelindung mereka. (Al-An'am: 127)
Allah Yang memelihara mereka, Yang menolong, dan Yang mendukung mereka.
{بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ}
disebabkan amal-amal saleh yang selalu mereka kerjakan. (Al-An'am: 127)
Yakni sebagai balasan atas amal-amal mereka yang saleh, maka Allah menyerahkan kepada mereka dan memberi mereka surga dari karunia dan kemurahan-Nya.