Cari Tafsir

Tafsir Surat Ar-Ra'd, ayat 26

{اللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ وَفَرِحُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إِلا مَتَاعٌ (26) }
Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan di dunia ini (dibandingkan dengan) kehidupan di akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).
Allah Swt. menyebutkan bahwa Dialah yang meluaskan rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Dia pulalah yang menyempitkannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, karena hal itu mengandung hikmah dan keadilan yang hanya diketahui oleh-Nya. Tetapi orang-orang kafir itu merasa gembira dengan kehidupan duniawi yang diberikan kepada mereka, padahal pemberian itu adalah istidraj dan penangguhan azab bagi mereka, seperti yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{أَيَحْسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُمْ بِهِ مِنْ مَالٍ وَبَنِينَ نُسَارِعُ لَهُمْ فِي الْخَيْرَاتِ بَل لَا يَشْعُرُونَ}
Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa) Kami bersegera memberikan kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar. (Al-Mu’minun: 55-56)
Kemudian Allah menghinakan kehidupan dunia bila dibandingkan dengan pahala yang disimpan oleh Allah Swt. buat hamba-hamba-Nya yang mukmin kelak di hari akhirat. Untuk itu Allah Swt. berfirman:
{وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إِلا مَتَاعٌ}
padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat hanyalah kesenangan (yang sedikit). (Ar-Ra'd: 26)
Sama halnya dengan yang disebutkan oleh Allah dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيلٌ وَالآخِرَةُ خَيْرٌ لِمَنِ اتَّقَى وَلا تُظْلَمُونَ فَتِيلا}
Katakanlah, "Kesenangan dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kalian tidak akan dianiaya sedikit pun. (An-Nisa: 77)
{بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَالآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى}
Tetapi kalian (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. (Al-A'la: 16-17)
قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا وَكِيع وَيَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ قَالَا حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبِي خَالِدٍ، عَنْ قَيْسٍ، عَنِ الْمُسْتَوْرِدِ أَخِي بَني فِهْرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "مَا الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا كَمَثَلِ مَا يَجْعَلُ أَحَدُكُمْ إِصْبَعَهُ هَذِهِ فِي الْيَمِّ، فَلْيَنْظُرْ بِمَ تَرْجِعُ" وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ.
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Waki' dan Yahya ibnu Sa'id; keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Abu Khalid, dari Qais, dari Al-Mustawrid (saudara lelaki Bani Fihr) yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Tiadalah kehidupan dunia bila dibanding dengan kehidupan di akhirat melainkan seperti seseorang di antara kalian yang mencelupkan jari telunjuknya ke laut ini, maka perhatikanlah apakah yang dihasilkannya. Rasulullah Saw. bersabda demikian seraya berisyarat dengan jari telunjuknya.
Hadis ini diriwayatkan pula oleh Imam Muslim di dalam kitab Sahih-nya.
Di dalam hadis lain disebutkan bahwa Rasulullah Saw. melewati bangkai seekor kambing yang kedua telinganya kecil (kurus), lalu beliau Saw. bersabda:
"وَاللَّهِ لِلدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ هَذَا عَلَى أَهْلِهِ حِينَ أَلْقَوْهُ"
Demi Allah, sesungguhnya dunia ini lebih diremehkan oleh Allah daripada kambing ini menurut pandangan pemiliknya ketika ia mencampakkan (bangkai)nya