Cari Tafsir

44. Surat Ad-Dukhan

تَفْسِيرُ سُورَةِ الدُّخَانِ
(Kabut)
Makkiyyah 56 atau 57 atau 59 ayat Kecuali ayat 15 Madaniyyah
قَالَ التِّرْمِذِيُّ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ وَكِيع، حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ، عَنْ عُمَر بْنِ أَبِي خَثْعَم، عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "مَنْ قَرَأَ (حم الدُّخَانَ) فِي لَيْلَةٍ أَصْبَحَ يَسْتَغْفِرُ لَهُ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلِكٍ".
Imam Turmuzi mengatakan, telah menceritakan kepada Kami Sufyan ibnu Waki', telah menceritakan kepada kami Zaid ibnul Habbab, dari Amr ibnu Abu Khas'am, dari Yahya ibnu Abu Kasir, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan, bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Barang siapa yang membaca surat Ha Mim Ad-Dukhan dalam suatu malam, maka pada pagi harinya ada tujuh puluh ribu malaikat yang memohonkan ampun baginya.
Kemudian Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini gharib, kami tidak mengenalnya melainkan hanya melalui jalur ini. Amr ibnu Abu Khas'am orangnya daif bahkan Imam Bukhari mengatakan bahwa hadisnya berpredikat munkar.
Kemudian Imam Turmuzi mengatakan:
حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْكُوفِيُّ، حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ، عَنْ هِشَامِ أَبِي الْمِقْدَامِ، عَنِ الْحَسَنِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "من قَرَأَ (حم الدُّخَانَ) فِي لَيْلَةِ الْجُمْعَةِ، غُفِرَ لَهُ".
telah menceritakan kepada kami Nasr ibnu Abdur Rahman Al-Kufi, telah menceritakan kepada kami Zaid ibnul Habbab, dari Hisyam Abul Miqdam, dari Al-Hasan, dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Barang siapa yang membaca surat Ha Mim Ad-Dukhan dalam malam jum’at, maka diberikan ampunan baginya.
Kemudian Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini gharib, kami tidak mengenalnya kecuali melalui jalur ini. Hisyam Abul miqdam dinilai daif, dan Al-Hasan belum pernah mendengar dari Abu Hurairah r.a. Hal yang sama telah dikatakan oleh Ayyub, Yunus ibnu Ubaid, dan Ali ibnu Zaid.
Di dalam Musnad Al-Bazzar disebutkan melalui riwayat Abut Tufail alias Amir ibnu Wasilah,
عَنْ زَيْدِ بْنِ حَارِثَةَ؛ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِابْنِ صَيَّاد: "إِنِّي قَدْ خَبَأْتُ خَبَأً فَمَا هُوَ؟ " وَخَبَّأَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُورَةَ الدُّخَانِ، فَقَالَ: هُوَ الدُّخ. فَقَالَ: "اخْسَأْ مَا شَاءَ اللَّهُ كَانَ". ثُمَّ انْصَرَفَ
dari Zaid ibnu Harisah, bahwa Rasulullah Saw. berkata kepada Ibnu Sayyad, "Sesungguhnya aku telah meyembunyikan sesuatu, maka apakah itu?" Rasulullah Saw. menyembunyikan terhadapnya surat Ad-Dukhan. Maka Ibnu Sayyad menjawab, "Ad-Dukh." Maka Rasulullah Saw. berkata, "Terhinalah engkau, Masya Allah, " lalu beliau berpaling (darinya).
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
More: