Hadits - 0362

عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ مَرْثَدٍ، عَنْ رَزِينِ بْنِ سليمان الأحمدي، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ: سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الرَّجُلِ يُطَلِّقُ امْرَأَتَهُ ثَلَاثًا، فَيَتَزَوَّجُهَا آخَرُ، فَيُغْلِقُ الْبَابَ، وَيُرْخِي السِّتْرَ، ثُمَّ يُطَلِّقُهَا قَبْلَ أَنْ يَدْخُلَ بِهَا، هَلْ تحل للأول؟ قال «لا، حتى تذوق الْعُسَيْلَةَ»
305-362. Dari Alqamah bin Martsad, dari Sulaiman bin Razin bin Sulaiman Al Ahmadi, dari Ibnu Umar, ia berkata, Rasulullah SAW ditanya tentang seorang laki-laki yang menceraikan istrinya, kemudian dinikahi orang lain, ia tutup pintu dan turunkan tirai, kemudian ia ceraikan sebelum melakukan hubungan seks, apakah istri tersebut boleh dinikahi suami pertama? Rasulullah SAW bersabda, "Tidak, hingga wanita itu merasakan madunya (berhubungan intim).”

Sunan An-Nasa’i (3361)

Popular posts from this blog

Tafsir Surat Al-Maidah, ayat 51-53

RUQYAH SYAR'IYYAH - PANDUAN SYARA' DAN BATASAN-BATASANNYA

Aplikasi Android Tafsir Ibnu Katsir Lengkap Bahasa Indonesia