Dahsyatnya Puasa: Sehatkan Badan, Beningkan Jiwa

 


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْمُرْسَلِينَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ

أَمَّا بَعْدُ

Para Jamaah hadirin sekalian  yang kami hormati, para shoimin dan shoimat, hamba-hamba Allah yang berbahagia.

Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala bahwa hingga saat-saat kita menjelang berbuka puasa ini, kita masih diberikan oleh Allah kesehatan, baik lahir maupun batin. Karena dengan modal kesehatan inilah kita dapat menjalankan perintah ibadah puasa yang merupakan perpaduan ibadah yang berat antara fisik dan mental.

Ibadah shaum atau puasa Ramadan ini bertujuan untuk memperkuat keduanya, baik fisik maupun mental. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dalam sebuah hadits yang agung:

صُومُوا تَصِحُّوا
"Sumuu tashihhu."
Artinya: "Berpuasalah kalian, niscaya kalian akan sehat."

Insyaallah, tidak akan ada seorang dokter atau ahli medis pun di dunia ini yang dapat mengatakan bahwa orang yang berpuasa itu tidak sehat. Justru banyak dokter di dunia ini—yang mungkin secara tidak langsung tidak mengikuti ajaran Islam, atau bahkan bukan seorang muslim—mereka menganjurkan kepada pasiennya untuk tidak makan, terutama tidak mengonsumsi barang-barang tertentu, yang dalam istilah kedokteran disebut diet.

Nah, diet inilah yang dituju oleh agama dengan memerintahkan umatnya untuk berpuasa di bulan Ramadan. Jadi, puasa adalah bentuk dietnya umat Islam yang dilaksanakan setiap bulan Ramadan dalam waktu satu bulan penuh.

Perut yang bekerja sepanjang hari selama 365 hari dalam setahun tanpa henti, jika diibaratkan sebuah pabrik yang tidak pernah berhenti, maka pabrik itu akan mudah konslet, mudah rusak, dan mudah terbakar. Itulah yang menyebabkan kita "konslet" dan "terbakar" pada komponen-komponen perut, seperti sakit maag, disentri, tipes, dan lain sebagainya.

Berbeda dengan pabrik yang diliburkan satu minggu sekali atau dua minggu sekali dalam setahun, maka mesin-mesinnya akan tetap terjaga dengan baik karena telah diservis. Maka dari itu, tujuan puasa Ramadan, di samping sebagai ibadah dan perintah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala yang diwajibkan kepada orang-orang beriman. Hal ini termaktub dalam firman-Nya di Surah Al-Baqarah ayat 183:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"Yaa ayyuhalladziina aamanuu kutiba 'alaikumush shiyaamu kamaa kutiba 'alalladziina min qablikum la'allakum tattaquun."
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

Sebenarnya, pada prinsip dan hakikatnya, bulan Ramadan itu adalah bulan untuk menservice alat-alat atau komponen di dalam perut kita, agar mereka tidak terlalu keras bekerja, tidak terlalu lelah, dan tidak terlalu berat bebannya. Mereka diliburkan dalam tempo satu bulan, dan itu pun kita lakukan dengan penuh keyakinan. Kita yakin, tidak ada satu perintah dan konsep dalam Islam yang bertentangan dengan ilmu pengetahuan, termasuk ilmu kedokteran. Para dokter pun telah mengakuinya, bahkan menganjurkan kepada orang-orang yang memiliki penyakit ringan untuk berpuasa. Tidak jarang, menurut observasi dan evaluasi mereka, orang-orang yang sakitnya ringan, ketika mereka melakukan ibadah puasa dengan ikhlas karena Allah dan niat ibadah, ternyata penyakitnya perlahan-lahan sembuh.

Inilah kiranya yang dimaksud oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam:

صُومُوا تَصِحُّوا
"Sumuu tashihhu."
"Berpuasalah kalian, niscaya kalian akan sehat." Sehat secara zahir, badan menjadi tegap dan kuat karena dilatih di bulan Ramadan.

Apalagi yang berkaitan dengan jiwa. Orang yang berpuasa wajib sehat jiwanya, yaitu dengan tidak berbohong. Orang yang suka berbohong, menipu, mengadu domba, dan berkata kotor, sejatinya mereka sedang sakit jiwanya. Jiwanya rusak. Insyaallah, dengan diservice dan di-upgrade di bulan Ramadan ini, kerusakan jiwa itu dapat diperbaiki. Orang yang tadinya suka berbohong, di bulan Ramadan akan berusaha menahan diri dari kebohongannya. Orang yang di bulan-bulan lain suka berbuat usil atau melakukan hal-hal yang tidak senonoh, insyaallah di bulan Ramadan ia akan mengerem dirinya. Orang yang biasanya berkata-kata kotor dan jorok, di bulan Ramadan ia akan menjaga lisannya.

Karena ia takut terkena sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam:

كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ وَالْعَطَشُ
"Kam min shaa-imin laisa lahu min shiyaamihi illal juu'u wal 'athasy."
Artinya: "Betapa banyak orang yang berpuasa, tetapi ia tidak mendapatkan apa pun dari puasanya selain rasa lapar dan dahaga." (HR. Ibnu Majah)

Tentu kita tidak mau, bukan? Berpuasa dengan susah payah, lapar, lemas, mengantuk, kurang tidur. Di saat sahur yang bukan waktunya makan—karena jam setengah empat dini hari itu waktunya tidur—kita justru harus makan. Namun karena ketaatan kepada Allah dan kepatuhan kepada ketentuan-Nya, waktu tidur pun kita gunakan untuk makan sahur. Dan sahur itu penuh berkah, pahalanya lebih besar daripada mereka yang tidak sahur. Walaupun orang yang tidak sahur, puasanya tetap sah, terutama jika tidak sengaja karena kesiangan.

Rasulullah sangat menganjurkan sahur, sebagaimana sabdanya:

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً
"Tasahharuu fa inna fis sahuri barakah."
Artinya: "Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat keberkahan." (HR. Bukhari dan Muslim)

Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menerima amal ibadah puasa kita di bulan Ramadan ini, dan memanjangkan umur kita hingga bertemu dengan satu Syawal yang akan datang. Agar nantinya di hari yang fitri itu, kita dapat kembali suci dan bersih, seperti saat kita dilahirkan oleh ibu kita.

Selamat menjalankan ibadah-ibadah di bulan Ramadan, selamat menunaikan salat Maghrib berjamaah, dan saya ucapkan selamat berbuka puasa. Semoga Allah senantiasa merahmati kita semua.

أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُونَ، وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ الْأَبْرَارُ، وَتَنَزَّلَتْ عَلَيْكُمُ الْمَلَائِكَةُ
"Afthara 'indakumush shaa-imuun, wa akala tha'aamakumul abraar, wa tanazzalat 'alaikumul malaa-ikah."
Artinya: "Semoga orang-orang yang berpuasa berbuka di dekat kalian, dan orang-orang yang baik makan makanan kalian, serta para malaikat mendoakan kalian."

آخِرُ الْكَلَامِ، وَبِاللَّهِ التَّوْفِيقُ وَالْهِدَايَةُ، الْعَفْوَ مِنْكُمْ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Rudianto Abu Huna


Popular posts from this blog

Tafsir Surat Al-'Alaq, ayat 1-5

Tafsir Surat An-Naba, ayat 1-16

Tafsir Surat Al-Baqarah, ayat 155-157